PERAN KEPEMIMPINAN

March 19, 2009 at 9:55 am Leave a comment

TANTANGAN PERAN KEPEMIMPINAN BIROKRASI MASA REFORMASI

DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II ANGKATAN XVIII
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROPINSI JAWA TIMUR
SURABAYA, 2008

A. LATAR BELAKANG
Kepemimpinan dalam konteks organisasi pemerintahan merupakan kepemimpinan formal, dalam arti pemimpin merupakan orang yang diangkat dan dikukuhkan menduduki jabatan tertentu. Oleh karena itu dalam lingkup pemerintah, pemimpin disebut sebagai pejabat publik atau dikenal dengan istilah “public servant”
Dalam kaitan dengan status tersebut, maka pemimpin dalam konteks organisasi publik adalah Pegawai Negeri yang diangkat dan dikukuhkan menduduki suatu jabatan tertentu dan merupakan abdi negara dan abdi masyarakat.
Konsepsi kepemerintahan yang baik menuntut setiap aparatur pemerintah untuk bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan segala sikap, perilaku dan kebijakannya kepada rakyat, karena rakyat disamping sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara, juga memiliki segala sumberdaya pembangunan termasuk kekuasaan yang diberikan kepada pemerintah dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik.
Untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik, diperlukan aparatur yang profesional, yang mampu mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dan didukung semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan publik, pengayoman dan pemberdayaan rakyat.
Terselenggaranya kepemerintahan yang baik di era globalisasi dan reformasi dewasa ini adalah merupakan tuntutan yang semakin mendesak dan tidak mungkin bisa dilaksanakan sendiri-sendiri. Untuk itu diperlukan hubungan dan kerjasama yang baik dari komponen-komponen baik pemerintah, swasta dan masyarakat. Upaya untuk mewujudkan ini diperlukan petugas-petugas yang profesional yang mampu menciptakan tumbuhnya pengertian, kepercayaan, dukungan dan kerjasama publik termasuk masyarakat pers, sehingga terjadi interaksi yang konstruktif diantara pemerintah, swasta dan masyarakat

B. PERMASALAHAN POKOK / MAIN PROBLEM
Penerapan Praktek Kepemimpinan Birokrasi pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe masih mengalami masalah dalam pelaksanaan yaitu sebagai berikut :
1. Rendahnya Nilai Kepemimpinan Birokrasi
2. Rendahnya Komitmen Kepemimpinan Birokrasi
3. Belum optimalnya Peran Kepemimpinan Birokrasi
4. Rendahnya Kompetensi Kepemimpinan Birokrasi

C. ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH
Dari masalah pokok tersebut dapat diambil solusi baik dengan solusi simptomatik dan solusi fundamental dimana solusi simptomatik merupakan solusi yang bersifat sementara dan solusi fundamental sebagai solusi yang mendasar.

Dari permasalahan teori Kepemimpinan Birokrasi maka solusinya adalah sebagai berikut :
1. Belum diterapkan sepenuhnya nilai kepemimpinan birokrasi
Solusi simptomatik dengan melaksanakan Diklat EQ, SQ dan IQ. Dengan solusi simptomatik menimbulkan efek samping berupa munculnya pemimpin birokrasi yang dikultus individu, karena itu solusi fundamental yang harus diterapkan adalah membentuk kepemimpinan yang berbudi luhur.
2. Lemahnya komitmen kepemimpinan birokrasi
Dengan menggunakan solusi simptomatik yaitu membuat kontak kerja. Dengan solusi simptomatik menimbulkan efek samping berupa tuntutan masyarakat yang menginginkan transparansi dan akuntabel, karena itu solusi fundamental yang harus diterapkan adalah membentuk kepemimpinan yang transparan dan akuntabel
3. Belum optimalnya peran kepemimpinan birokrasi;
Solusi simptomatik yang digunakan yaitu melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta tanggungjawab. Dengan solusi simptomatik menimbulkan efek samping berupa menurunnya citra kepemimpinan birokrasi, maka solusi fundamental yang diterapkan yaitu mengoptimalkan pembelajaran peran kepemimpinan birokrasi
4. Rendahnya kompetensi kepemimpinan birokrasi
Solusi yang diambil melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan dengan dampak samping kepemimpinan birokrasi kurang profesional, solusi fundamental yang diambil adalah melaksanakan Diklat Kepemimpinan Birokrasi

D. KESIMPULAN
Penerapan kepemimpinan birokrasi yang diterapkan dalam menjalankan tugas dan fungsi dengan mencoba menerapkan solusi fundamental terhadap masing-masing kelemahan dalam penerapan kepemimpinan.

E. REKOMENDASI
Rekomendasi yang dapat diambil dalam penerapan teori kepemimpinan dalam praktek kepemimpinan birokrasi adalah :
1. Membentuk kepemimpinan yang berbudi luhur
2. Membentuk pemimpin yang transparan dan akuntabel;
3. Mengoptimalkan pembelajaran peran kepemimpinan birokrasi.
4. Melaksanakan Diklat Kepemimpinan Birokrasi

About these ads

Entry filed under: Penting. Tags: .

BUILDING LEARNING ORGANIZATION LEMBAR JURNAL BELAJAR PRIBADI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


March 2009
M T W T F S S
     
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: